Rio Tri Astuti 15410215 3E PBSI
Saya setuju dengan adanya penghapusan Ujian Nasional. Ujian Nasional memang salah satu usaha pemerintah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia, akan tetapi Ujian Nasional malah membuat siswa ketakutan untuk menghadapi UN tersebut, karena mereka terbayang oleh rasa takut yang tinggi, peserta UN berfikir kenapa nasib Lulus atau Tidaknya di tentukan oleh UN. Maka dengan dihapusnya kebijakan ujian nasional , siswa tak terlalu terbebani untuk belajar yang melebihi proporsinya, toh selama ini ketika ujian nasional sudah dekat siswa dituntut untuk belajar ekstra. siswa harus mengorbankan hal yang cukup urgent untuk belajar dan belajar hanya demi target bisa lulus ujian nasional. Frekuensi belajar yang tidak lazim dan cenderung dipaksakan justru akan membuat pelajaran sulit untuk dipahami serta akan berdampak negatif terhadap psikologis siswa.
Bukan hanya peserta UN saja yang mengalami kegelisahan wali murid juga mengalami rasa gelisah karena nasib ke depan putra putrinya hanya di tentukan oleh UN. Nasib untuk mendapatkan sekolah selanjutnya di sekolah yang favorit akan di tentukan pula dengan nilai UN.
Dihapusnya UN juga menjadikan siswa lebih semangat untuk belajar, Dampak yang lain jika penyelenggaraan UN masih ada justru mengarah pada hal-hal yang ironis dengan tujuan pendidikan. Kecurangan terjadi di mana-mana, baik yang dilakukan oleh guru, sekolah, maupun siswa, atau bahkan yang lain. Biaya yang diperlukan sangat besar. Untuk tahun ini saja diperlukan Rp 543,45 miliar. Uang sebanyak ini dapat dialihkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau memperluas akses masyarakat miskin terhadap pendidikan. Maka dengan demikian saya sangat setuju jika UN di tiadakan di Indonesia atau dihapus tidak berarti standar pendidikan nasional tidak bisa dicapai pemerintah pasti juga memiliki solusi terbaik untuk nasib pendidikan di Indonesia ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar